Berdiskusi Diri

"Manusia adalah mahluk sosial, yang tak bisa hidup tanpa orang lain."

Yah, kutipan tersebut memanglah benar. Kita sebagai manusia memanglah bukan mahluk yang bisa berdiri sendiri. Ketika kita sakit, maka kita perlu pertolongan dari dokter. Ketika kita ingin mengembangkan wawasan, maka kita perlu bimbingan dari guru ataupun mentor. Dan bahkan ketika kita lahir ke dunia ini, kita dilahirkan oleh seorang ibu, bukan terlahir oleh sendirinya. Hal-hal tersebut sudah sangat menunjukan bahwa kita memang bukan mahluk yang bisa berdiri sendiri.

Tapi semua memang punya masa dan waktunya masing-masing. Ada waktunya kita harus menyendiri. Bukan untuk mengasingkan diri dihadapan orang lain. Melainkan hanya untuk merasakan sedikit kebebasan, ataupun sekedar me-recharger diri kita. Ada saatnya kita nyaman dengan kesendirian…
Sumber gambar: Google Image

Menyendirilah, bila kau merasa gundah. Tanyalah kepada diri sendiri, apa yang menyebabkan kau begitu gundah. Carilah solusi agar kau bisa bangkit kembali. Atau bila perlu, menangislah sepuasnya sampai air mata tak mampu untuk mengalir keluar lagi. Bukan masalah ketegaran. Tapi pada akhirnya saat kau berada di titik terberat, air mata adalah senjata yang ampuh untuk meringankan gejolak hati dan pikiran.

Menyendirilah di senja hari. Karena senja hari adalah waktu yang paling syahdu untuk menyendiri. Cahaya senjanya akan sangat terasa tenang untuk kau pakai menemani kesendirian. Renungilah atas apa yang telah terjadi pada kehidupanmu. Lalu ambilah sisi positif dari apa yang telah terjadi.
Sumber gambar: Google Image

Luangkanlah untuk mengigat cita-cita, harapan, dan impian di sela-sela kesendirian. Jangan kau terlalu meratapi kegundahan, sehingga kau lupa untuk bangkit kembali. Sudah sejauh manakah usaha kau untuk meraih impian, apa saja impian yang telah kau raih, dan impian apa lagi yang akan kau impikan. Hidup harus tetap melangkah maju kedepan. Buatlah impian-impian setinggi mungkin. Karena sesungguhnya tak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk diraih.

Tuliskanlah impian-impian itu, tuliskan pula kutipan motivasi yang bisa membuat kau bangkit kembali ketika membacanya. Susun impian-impian yang akan kau raih secara bertahap. Karena di dunia yang fana ini, tak ada hal yang instan. Semuanya punya proses tahapan. Bahkan, mie instan sekalipun harus direbus terlebih dahulu.

Terbangkanlah semua kegundahan, bebaskanlah ekspresi dan beban pikiran. Layaknya balon gas yang terapung-apung di langit bebas. Mulai sekarang, warnailah kehidupan, layaknya balon gas yang mewarnai langit bebas.
Sumber gambar: Google Image

Nikmatilah kesendirian dengan penuh rasa. Sekarang orang lain sedang tak ada. Hanya ada kau ditemani dengan bayangan diri sendiri. Lakukanlah hal yang tak bisa dilakukan ketika kau sedang bersama orang lain. Pejamkan mata, kemudian tarik nafas sedalam-dalamnya. Nikmatilah…
Sumber gambar: Google Image

Setelah kau puas dengan kesendirian, kini giliran kau untuk bangkit. Tak boleh kau berdiam diri di tempat. Hidup harus tetap melangkah maju kedepan. Raihlah impian-impianmu. Tak usah kau langsung meraih impian yang tertinggi sekaligus. Raihlah terlebih dahulu impian yang bisa kau raih. Nikmati setiap prosesnya. Dan terseyumlah, dengan penuh keoptimisan.

Tanamkanlah sejuta harapan atas apa yang telah kau usahakan. Percayalah, bahwa proses tak akan pernah menghianati hasil. Jika prosesnya kau tekuni dengan baik, maka hasil pun akan keluar dengan baik. Begitu pula sebaliknya. Jika kau bingung, mintalah pertolongan orang lain. Tak apa, karena sejatinya, kita sebagai manusia adalah mahluk sosial yang tak bisa berdiri sendiri. :)
Sumber gambar: Google Image

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Surat untuk Adik Laki-lakiku

To My Self