Posts

Showing posts from February, 2021

Monolog Dini Hari

Image
Pukul 05:04. Selepas sembahyang, aku menatap sosok bayang di depan cermin. Kuselami bayang bola mata di depanku— hingga aku tak lagi sanggup menatapnya. Seharusnya ia bukan orang asing bagiku. Seharusnya aku bisa menyelami bola matanya lebih lama lagi. Who I’m inside? Sudahkah aku menuruti keinginannya? Yang sungguh ia mau. Apakah selama ini yang ia upayakan berasal dari dorongan lubuk hatinya? Ataukah jangan-jangan selama ini ia hanya melakukan dorongan dan tuntutan dari orang sekitarnya saja? Who I’m inside? Apakah pilihan hidupnya selaras dengan pilihan hatinya? Ataukah ia hanya menuruti pilihan yang sudah ditujukan untuknya? Adakah angan-angannya yang terkubur seiring dengan adanya distraksi dan ekspektasi dari luar yang ditanggungkan ke pundaknya? Who I’m inside? Apakah ia telah yakin dengan keputusan hidupnya baik yang berskala kecil maupun yang berskala besar? Jangan sampai keputusannya hanya terbentur dengan dinamika perputaran hidup yang sesaat. Sudahkah ia yakin denga...

Sepasang yang Kusaksikan

Image
Ada sepasang yang selalu kusaksikan jejaknya. Sebagai buah cinta mereka yang pertama, bukan hanya aku yang mereka saksikan tumbuh dan kembangnya. Aku pun menyaksikan mereka; bagaimana mereka tumbuh dan berkembang bersama— memupuk dan mempertahankan jalinan yang terikat. Mereka bukan sepasang yang sempurna. Terkadang mereka sama keras kepalanya pada suatu hal kecil hingga menimbulkan sedikit perselisihan. Salah satu diantara mereka kadang lebih keras dan tak menerima dengar dari pasangannya. Nada bicara yang tinggi diantara mereka seringkali hanya menghasilkan perang dingin. Argumen yang berbeda pandang akhirnya hanya membuahkan pecahan ego yang teredakan sendirinya oleh waktu. Mereka bukan sepasang yang sempurna. Masing-masing dari mereka pernah melakukan salah, tapi pada akhirnya hati mereka selalu bisa memaafkan satu sama lain. Meskipun dalam perjalanannya, ku tahu ketika salah satu dari mereka melakukan salah, sabar terasa begitu menikam— menyerah rasanya lebih terlihat gampang ...