Introvert?

Menurut Dokter Psikologi dari Swiss, yaitu Dokter Carl Jung, terdapat 3 jenis kepribadian umum manusia. Yaitu Introvert (tertutup), Extrovert (terbuka), dan Ambievert (bisa tertutup, dan juga bisa terbuka).
Menurut opiniku, kebanyakan manusia tergolong ke Ambivert. Sebab, tidak ada yang mutlak dalam kepribadian, pasti manusia akan beradaptasi dan menyesuaikan kepribadiannya dengan lingkungan. Akan tetapi, tidak banyak juga Ambivert yang bisa menyeimbangkan antara Introvert dan Ekstrovert nya hingga 50:50. Pasti ada saja yang 60:40. Jadi ya tetap saja yang dominan itu yang menang. Apabila Introvert nya 60, dan Ekstrovert nya 40, berarti orang tersebut digolongkan ke jenis Introvert. Begitu pula sebaliknya.
Setelah membaca tulisan di atas, aku yakin kalian sebagai pembaca telah mengerti tanpa harus kujelaskan lagi secara rinci mengenai ketiga kepribadian umum manusia tersebut. Baiklah. Karena di sini aku akan membahas si Introvert, maka aku akan sedikit menjabarkan kepribadiannya.
Bisa digolongkan, aku adalah golongan Introvert. Dan sebenarnya aku kasihan terhadap orang-orang bergolongan ini. Termasuk kasihan kepada diriku sendiri. Mereka sering dipandang sebelah mata oleh lapisan masyarakat.
Banyak orang yang selalu membuli Introvert. Katanya Introvert itu sombong. Katanya Introvert itu egois. Katanya Introvert itu gak asik. Katanya Introvert itu gak bisa becanda. Katanya Introvert itu dingin. Katanya Introvert itu kaku. Dan masih banyak lagi sebutan lainnya. Dan sebutan-sebutan itu sebenarnya sudah tak asing lagi di telinga Introvert. Tapi dari sekian banyak sebutan, yang paling sadis adalah: “Introvert itu anti sosial!”. Oh please, Introvert tidak seburuk itu!
Introvert itu senang dengan kesendirian. Mereka sangat menikmati me time. Tapi bukan berarti anti sosial. Yang aku rasakan, ketika aku sedang sendiri, ditemani suasana yang sunyi, ide dan kreatifitas sering muncul dengan begitu saja. Bahkan aku sering menulis ketika sendiri. Menyendiri adalah cara mereka untuk mendapatkan ide dan kreatifitasnya. Bagiku, menyendiri juga berguna untuk melindungi diriku sendiri.
Introvert bukan berarti tidak punya teman. Aku punya banyak teman, tapi hanya sedikit yang bisa kupercayai. Punya banyak teman itu penting, tapi jangan kau percayai semua, atau kau akan kecewa. Bukan aku selektif, tapi memang seharusnya aku selektif dalam urusan ini. Itu adalah pemikiranku. Atau bisa juga pemikiran Introvert yang lain.
Introvert itu kaku dalam berkomunikasi. Mereka cenderung tak pandai dalam berbicara. Mereka cenderung lebih pandai menulis. Mereka juga tak suka terhadap kebisingan. Mereka menyukai suasana yang sunyi. Mereka tak suka pesta, juga tidak suka berada ditengah-tengah keramaian. Mereka tak suka ditatap, ataupun diperhatikan. Dan kurasa, itu aku.
Introvert cenderung menghabiskan kesehariannya di dalam rumah. Dan yang paling kubetahi dari rumah adalah kamar. Aku banyak melakukan aktifitas di dalam kamarku. Bahkan, Mama memberi sebutan ‘Kutu Kamar’ kepadaku.
Sebenarnya masih banyak kepribadian Introvert yang lainnya. Tapi karena sepertinya kalian mulai bosan dengan tulisan, jadi simak aja gambar-gambar dibawah ini:
















Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk Adik Laki-lakiku

Berdiskusi Diri

To My Self