Menulis untuk Keabadian
Ilmunya boleh dikata sedikit, namun bila ia menuliskannya. Ia dapat mewariskan ilmu untuk penerusnya. Apalah arti banyak ilmu, jikalau tak terbagikan, malah habis termakan waktu.
Tak melulu soal potret, menulispun merupakan sebuah pengabadian. Mengabadikan ide, gagasan, pemikiran, serta ilmu yang telah didapat, ke dalam sebuah tulisan.
Eyang Pram pernah berkata:
Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
Perkataan Eyang Pram tersebut benar adanya. Orang berilmu yang tak mengabadikan ilmunya, idenya, gagasannya, serta pemikirannya ke dalam sebuah tulisan, akan hilang, tak akan terkenang. Ia tak bisa mewariskan ilmu yang telah didapatnya kepada anak cucu dan penerus.
Alasannya hanya satu: ia tak menulis apa yang didapat. Eyang Pram pun pernah berkata, bahwa manusia bisa terkenang melalui karyanya. Eyang Pram sendiri contohnya. Beliau terkenang, namanya masih harum sampai sekarang. Karena beliau mewariskan karya untuk penerusnya. Beliau mengabadikan ilmunya. Juga menjadi bagian dari sejarah kesusastraan.
Mari menulis :)
Sumber gambar: Dokumentasi pribadi

Comments
Post a Comment