Time to Me Time

Mari santai sejenak.
Tidak usah memikirkan apapun.
Tidak usah baper terhadap apapun.
Tahan dulu semua overthink yang semrawut dalam kepala.

Dalam hidup, ada banyak hal yang tak bisa ditebak. Banyak hal yang keluar lintas dari apa yang kita harapkan. Jika kita meresa lelah, itu wajar sekali. Maka, mari memanjakan diri sendiri untuk sejenak.

Pernahkah teman-teman pembaca rela melakukan sesuatu demi melihat orang lain bahagia, padahal teman-teman sendiri tidak mau, atau merasa keberatan untuk melakukan hal tersebut? Pasti teman-teman pernah, dan saya pun pernah. Bisa membuat orang lain bahagia adalah suatu bentuk kerendahan hati. Tapi bukan berarti kita harus terus-menerus menjadikan kebahagiaan orang lain sebagai prioritas, sementara kita sendiri tidak nyaman dengan itu. Kita tetap harus memprioritaskan kebahagiaan sendiri. Salah satu dari banyaknya cara untuk memprioritaskan diri sendiri adalah meluangkan waktu berharga kita untuk kesenangan diri kita sendiri, atau istilahnya disebut “Me Time”.

Mari membangun me time untuk diri sendiri. Yaitu waktu di mana kita memanjakan diri kita selama seharian penuh. Memanjakan diri tidak selalu identik dengan perempuan. Laki-laki pun sama-sama saja. Mari bangun waktu di mana kita tidak memegang smartphone selama seharian penuh. Penuhkan me time kita untuk kegiatan yang nyata, tahan dulu semua urusan “maya” di sosial media. Mari bangun waktu di mana kita bisa melakulan hobi dan kesenangan selama seharian penuh. Bisa makan sepuasnya, bisa tertawa selebarnya. Lakukan apa yang ingin kita lakukan, selama itu bersifat positif dan tidak merugikan orang lain. Belajar untuk tidak peduli terhadap apapun dulu, hanya di hari 'Me Time' itu. Agar pikiran kita sedikit ringan.

Kunci kebahagiaan hidup adalah ketika kita bisa menerima segala keadaan kita. Ketika kita menyayangi diri kita sendiri, ketika kita kenal betul siapa diri kita, juga ketika kita bisa berdamai dengan kekurangan diri. Selalu ingat bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Mari kita tela’ah diri kita di hari itu. Introspeksi diri atas segala kelebihan, serta kekurangan di hidup kita. Agar kita lebih pandai bersyukur. Agar hidup kita jauh lebih bahagia.

Hanya satu hari saja. Hanya di hari itu saja. Jadwalkan waktu me time nya sesuai kebutuhan kita. Saya sendiri menjadwalkannya setiap dua minggu 1x.

Mari kita membangun kebahagiaan untuk diri kita sendiri. Kalau bukan kita sendiri yang memprioritaskan, mau siapa lagi? Orang lain belum tentu peduli :)


Sumber gambar: Google Image

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk Adik Laki-lakiku

Berdiskusi Diri

To My Self