Ulasan Buku: Mr. Justice Raffless

Selamat datang, bulan Februari 🌞 semoga di bulan kedua tahun 2018 ini, kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Baiklah, di awal Februari ini, buku yang akan saya ulas adalah buku terjemahan dari Inggris:
Judul                     : Mr. Justice Raffles
Penulis                  : E.W. Hornung
Penerjemah          : Melody Violine
Penerbit & Kota    : Visimedia, Jakarta Selatan
Cetakan & Tahun : Cetakan pertama, 2013
Tebal halaman     : X+422 halaman
Ukuran                   : 20cm X 13,5cm
ISBN                       : 979-065-173-2
Rating dari saya   : 4,7/5

Tampak dari depan:

Tampak dari samping:

Tampak dari belakang:

Deskripsi dari belakang buku:

Imajinasi dan pandangan Raffles ke depan jelas cenderung mendahului perkataannya, bahkan ide-idenya akan mengkristal saat tuturnya mengalir, menjadi cukup gamblang bagi pendengarnya
-Bunny Manders-

Siapakah yang menduga bintang kriket itu ternyata pencuri? A.J. Raffles, pemain kriket pada siang hari dan pencuri amatir pada malam hari. Kali ini pencuri tampan ini bertekad mencuri demi membantu orang lain. Raffles tidak pernah menduga permaian kecil ini akan berujung menjadi pertarungan hidup-mati antara dirinya dan rentenir paling kejam di Inggris.

Dibantu oleh adik kelasnya yang setia, Bunny Manders, Raffles harus selalu selangkah di depan lawannya agar tidak terjerumus ke dalam berbagai perangkap yang telah disiapkan. Sanggupkah raffles dan Bunny menaklukan Dan Levy, si lintah darat itu?

Mr. Justice Raffles (Pencuri Legendaris dari Inggris) merupakan satu-satunya sajian novel yang mengisahkan A.J. Raffles. Sebelumnya, kisah A.J. Raffles hanya disajikan dalam bentuk cerpen saja. Ditulis oleh Ernest William Hornung, pertama kali diterbitkan pada tahun 1909 oleh penerbit Smith, Elder & Co. di Inggris.
A.J. Raffles adalah tokoh yang dianggap paling popular setelah Sherlock Holmes dalam gendre kisah detektif. A.J. Raffles digambarkan sebagai pemain kriket tampan, sekaligus pencuri yang budiman. Dia hanya mencuri pada orang-orang yang serakah, culas, kejam kikir, licik, dan gila mewah saja.
Dalam petualangannya di buku ini, Raffles ingin menolong Edward M. Garland (Teddy Garland) yang terjerat utang pada Dan Levy, seorang rentenir tua yang licik dan suka memeras. Dalam aksinya, Raffles dibantu oleh adik kelasnya yang setia, Harry ‘Bunny’ Manders. Sebelumnya, Raffles pernah berurusan dengan Dan Levy. Bermula saat Raffles tertarik dengan kalung zamrud milik istri Levy. Setelah ia berhasil mencurinya, ia mengembalikan lagi kalung itu karena ada suatu hal. Sialnya, kini Raffles harus berurusan kembali dengan Dan Levy, si lintah darat yang sangat licik itu.
Buku ini menggambarkan bagaimana cerdik dan lihainya A.J. Raffles dalam menjalankan aksi dan strateginya; bagaimana ia menyamar, bagaimana ia bergerak tanpa menghasilkan suara sedikit pun, bagaimana ia memanfaatkan waktu dengan sebijaknya, dan masih banyak hal-hal yang umumnya dilakukan detektif. Salah satu aksi yang paling saya sukai adalah ketika Raffles menyuruh kepada Bunny: "Menempel kepadaku seperti bayangan, dan ikuti semua perbuatanku.” (halaman 240.)
Begitu pula dengan penggambaran lawannya, Dan Levy; bagaimana liciknya, serakahnya, juga kepribadiannya yang bermuka dua. Dalam buku ini, Bunny Manders lah yang menjadi naratornya. Bagaimana Bunny merasa, bagaimana emosinya, bagaimana pandangannya, meluap-luap sekali dalam cerita ini. Ia setia sekali pada seniornya, A.J. Raffles. Bagi teman-teman semua yang menyukai kisah bergenre detektif, saya sangat merekomendasikan buku ini.
Petik buah yang baik, buang buah yang buruk. Begitulah gaya bahasa untuk menggambarkan segala sesuatu dalam kehidupan ini. Dalam cerita buku ini, Raffles adalah seorang pencuri yang budiman. Tapi, sekali pun pencuri budiman, yang namaya mencuri tetaplah kelakuan yang tidak baik. Jangan ditiru yang buruknya ya, teman-teman. Apalagi meniru Dan Levy, seorang rentenir (tukang membungakan uang). Dalam agama Islam, itu jelas haram, karena termasuk riba. Petik yang bagus-bagusnya saja ya, teman-teman. Karena kehidupan itu tidak terlepas dari sisi baik dan sisi buruk 😊

Baiklah, mungkin sekian saja ulasan dari saya. Seperti biasa, saya selalu punya kutipan favorit dalam sebuah buku. Begitu pun dalam buku ini:

Aku tidak heran lagi dengan hal paling buruk yang pernah kita lakukan, juga sebaliknya, tentu saja. Orang kaya ternyata miskin, orang jujur ternyata licik, kita semua berpotensi melakukan apa saja.
(Mr. Justice Raffles, halaman 43.)

Lihat bagaimana kita sudah berbicara sampai bintang-bintang lelah dan menghilang dari langit! Herakleitos yang sendu pasti tidak sanggup melek semalaman. Kalau dia sanggup, pendukungnya tidak akan berkoar tentang matahari yang kelelahan, jika tetap di tempat seperti kata teori kita. Pengetahuan mereka sudah tertinggal jauh sekali!
(Mr. Justice Raffles, halaman 57.)

Matanya lembut tapi cemerlang, halus tapi sinis, tenang tapi gegabah, serta sentimental tapi pemberani.
(Mr. Justice Raffles, halaman 107.)

Detektif-detektif pintarmu pasti sabar. Bunny, kau juga harus sabar.
(Mr. Justice Raffles, halaman 229.)

Keluarlah sendiri dengan caramu masuk tadi.
(Mr. Justice Raffles, halaman 229.)

Mereka bukan kaki tangan hukum. Mereka maling yang disuruh menangkap maling, dan malah mereka sendiri yang tertangkap.
(Mr. Justice Raffles, halaman 245.)

Biarkan masalah tidur dan tidurkan masalah!
(Mr. Justice Raffles, halaman 289.)

Sepatah kata pun tidak boleh diteruskan lebih jauh sama sekali. Jika iya, aku akan sangat menyesal pernah berbicara denganmu.
(Mr. Justice Raffles, halaman 366.)

Celakalah aku jika kau membuka rahasiaku padahal seharusnya aku tidak pernah membuka rahasiaku kepadamu.
(Mr. Justice Raffles, halaman 367.)

Dan semoga kau mau memaafkan aku karena tidak cukup memercayaimu seperti aku akan selalu memercayaimu ke depan.
(Mr. Justice Raffles, halaman 368.)

Janji yang harus kujaga demi kebaikan mereka berdua dan demi janji itu sendiri.
(Mr. Justice Raffles, halaman 387.)

Kepalaku sudah berat karena tidur, tapi hatiku berkecamuk yang tidak bisa aku gambarkan kepadamu sebesar apa pun usahaku.
(Mr. Justice Raffles, halaman 406.)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Surat untuk Adik Laki-lakiku

Berdiskusi Diri

To My Self