Ulasan Buku: 150 Kisah Abu Bakar Al-Shiddiq

Selamat menjalankan puasa yang ke-16 hari ya. Semangat semuanya ^^ seperti biasa, saya kembali hadir membawa satu buku yang akan diulas. Hehehe. Special bulan Ramadhan, saya akan mengulas buku yang menceritakan tentang tokoh terpenting dalam agama Islam:
Judul                       : 150 Kisah Abu Bakar 
                                   Al-Shiddiq
Penulis                    : Ahmad ‘Abdul ‘Al 
                                   Al-Thahtawi
Penerjemah            : Rashid Satari
Penerbit & Kota      : Mizania, Bandung
Cetakan & Tahun    : Cetakan pertama, 2016
Tebal halaman        : 161 halaman
Ukuran                      : 19cm x 14cm
ISBN                          : 978-602-418-011-9
Rating dari saya      : 4,5/5

Tampak dari Depan:

Tampak dari samping:

Tampak dari belakang:

Deskripsi dari belakang buku:

Siapakah manusia paling pemberani, tetapi lemah lembut kepada sesama? Siapakah penafsir mimpi paling ulung yang dikenal zaman? Siapakah saudagar kaya yang rela menyumbangkan hartanya demi dakwah Islam dan pembebasan para budak dari cengkraman penguasa zalim? Siapakah pula manusia yang kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya mengalahkan kecintaan kepada keluarga?
Dialah Abu Bakar Al-Shiddiq, orang pertama yang memercayai peristiwa Isra Mi’raj ketika orang lain mengingkarinya. Pun melalui tangannya puluhan orang rela memeluk Islam karena kepiawaiannya dalam bergaul dan keramahannya kepada setiap orang. Lalu, apa keistimewaan sahabat Rasul ini di mata para sahabat dan umat?
150 Kisah Abu Bakar Al-Shiddiq mengungkap kisah-kisah inspiratif dan keistimewaan sosok khalifah pertama umat Islam serta pergulatannya dalam menyebarkan Islam di tengah-tengah masyarakat jahiliyah. Selamat menyelami kehidupan Abu Bakar Al-Shiddiq!

Khalifah pertama setelah Rasulullah wafat, siapa lagi kalau bukan Abu Bakar. Sosok mulia yang setia menemani perjalanan liku Rasulullah dalam menyebarkan agama lurus.
Buku ini merupakan buku terjemahan dari Mesir. Ditulis oleh Ahmad ‘Abdul ‘Al Al-Thahthawi, dan diterbitkan pertama kali oleh penerbit Dar Al-Ghaddi Al-Jadid, Kairo, Mesir. Di Indonesia, buku ini diterbitkan oleh penerbit Mizania ke dalam Bahasa Indonesia.
Buku ini berisi kisah-kisah teladan dari sosok Abu Bakar. Mengajarkan pembacanya agar mencintai Allah serta Rasulnya. Karena dikemas ke dalam 150 kisah pendek, buku ini tidak membuat pembacanya bosan. Ditambah lagi buku ini menggunakan tinta berwana hijau dalam penulisannya. Menambah kesan “segar” ketika dibaca. Hanya saja, kekurangan buku ini adalah, ada beberapa kisah yang diulang dalam kisah yang lain, serta tak ada penjelasan di catatan kaki. Sehingga pembaca harus googeling untuk betul-betul paham terhadap beberapa kisah ataupun kalimat asing.
Banyak kisah yang membuat saya menangis ketika membacanya. Saya menangis karena terharu, malu, dan tertampar oleh kisah-kisahnya. Terharu, karena sosok Abu Bakar r.a sangat kuat iman dan kecintaannya kepada Allah dan Rasul. Malu, karena iman saya tidak sekuat beliau. Dan tertampar, karena saya masih banyak melakukan kesalahan 😭

Saya tidak menuliskan kutipan favorit dalam ulasan ini, karena hampir semua kalimat dalam buku ini adalah panutan dan menjadi kutipan favorit semua. Itu saja yang dapat saya sampaikan. Sampai bertemu kembali di ulasan Juni 😊

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk Adik Laki-lakiku

Berdiskusi Diri

To My Self