Ulasan Buku: The Medici Dagger
Masih ingat dengan cerita saya
pada ulasan April I? Ketika saya membeli buku-buku murah di gudang Mangmeser
Buku? Hehehe nah buku yang saya ulas kali ini adalah buku yang saya beli juga
di gudang Mangmeser Buku. Buku ini adalah buku bekas, tapi masih layak baca dan
rapi untuk dimiliki:
Judul : The Medici Dagger
Penulis : Cameron West
Penerjemah : Richard Haryoseputro
Penerbit & Kota : Gramedia
Pustaka Utama,
Jakarta
Cetakan & Tahun : Cetakan pertama, 2007
Tebal halaman : 404 halaman
Ukuran : 18cm x 11cm
ISBN : 978-979-22-2707-9
Rating dari saya :
4,3/5
Tampak dari depan:
Tampak dari samping:
Deskripsi dari
belakang buku:
Reb Barnett, stuntman
Hollywood, hidup dengan menghindari mimpi buruk masa lalunya—sampai ada telepon
dari orang tak dikenal yang menariknya dari kehidupan ilusi perfilman dan
membawanya ke Italia dalam perburuan yang penuh bahaya dan kekerasan nyata. Reb
mencari Lingkaran-Lingkaran Kebenaran, peta bersandi dari abad kelima belas,
yang menunjukan keberadaan Belati Medici. Sebilah senjata yang sangat ringan,
tidak dapat rusak, dan tak ternilai harganya bagi pabrik senjata. Bagi Reb,
Belati itu satu-satunya penghubung ke kematian ayahnya yang mencurigakan
bertahun-tahun lalu. Namun mencoba mengurai sandi itu berarti bergelut dengan
kecerdasan Leonardo. Dan bertahan hidup berarti mengelak dari pembunuh-pembunuh
yang memburu impian Reb.
Pencarian karya
Leonardo da Vinci yang paling berguna—namun juga paling berbahaya.
Sebelum THE DA VINCI
CODE, Cameron West telah meniti mata pisau Antara ketegangan dan terror!
The Medici
Dagger—ditulis oleh Cameron West, dan diterbitkan pertama kali pada tahun 2001.
Untuk pertama kalinya buku ini diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia pada
tahun 2007 oleh Gramedia Pustaka Utama.
Menceritakan
tentang Reb Barnett—pemburu belati medici yang diciptakan lima abad yang lalu
oleh kejeniusan Leonardo Da Vinci. Pemburuan Reb ini bukan semata-mata
ambisinya. Melainkan ambisi ayahnya juga yang belum dicapai semasa hidup. Reb
juga berambisi untuk membalaskan dendam atas kematian Ayah dan Ibu nya, kematian
Ayah dan Ibu nya itu direncanakan oleh orang psikopat bernama Nolo Tecci.
Namun perjalanan
Reb untuk berhasil melakukan ambisinya itu tidak mudah. Dia berhadapan dengan
si psikopat Nolo Tecci. Nolo Tecci pun memburu Belati itu. Itulah sebabnya ia
dulu membunuh keluarga Reb—karena Ayah Reb sangat berambisi untuk menemukan
Belati Medici. Untuk menemukan Belati Medici, Reb harus memecahkan kode-kode rahasia
dari lembaran Lingkaran-lingkaran Kebenaran—lembaran kejeniusan Leonardo yang
dibungkus oleh kode. Isi dari kode-kode tersebut akan memberitahu di mana
keberadaan Belati Medici.
Dalam
petualangannya, Reb ditemani oleh perempuan bernama Antonia. Antonia memiliki
lembaran Lingkaran-lingkaran Kebenaran yang lainnya. Antonia juga cukup pintar
untuk menerjemahkan kode-kode Leonardo. Pada akhirnya, Petualangan mereka yang
menegangkan itu menimbulkan benih-benih cinta diantara keduanya. Berhasilkah
Reb menemukan Belati Medici dan membalaskan dendamnya? Baca sendiri bukunya ya
hehe
Buat temen-temen yang suka cerita
menegangkan, pasti akan suka dengan buku ini. Untuk saya pribadi, rasanya saya
tidak terlalu meresapi jalan ceritanya. Karena memang saya kurang suka dengan
cerita yang menengangkan. Saya lebih suka dengan cerita yang banyak mengajarkan
nilai-nilai kehidupan. Hehehe. Tapi cukup seru juga mengikuti perjalanan Reb di
buku ini.
Itu saja yang dapat saya
sampaikan. Seperti biasa, ini dia bonus kutipan dari buku ini:
Kesetiaan, pengorbanan—hal-hal
berharga yang sulit dipertahankan.
(The Medici Dagger, halaman 64.)
Bumi kita yang subur tak bisa
dihindarkan akan menjadi kering dan mandul di bawah tangan orang-orang yang
tampaknya terpaksa secara ceroboh menghancurkan apa yang membantu kehidupan.
(The Medici Dagger, halaman 161.)
Siapa saja bisa menjadi apa saja.
(The Medici Dagger, halaman 198.)
Keraguan melilitku bagaikan kawat
berduri.
(The Medici Dagger, halaman 205.)
Sengatan rasa malu lebih menyakitkan
daripada tamparan.
(The Medici Dagger, halaman 229.)
Beberapa orang berkualitas
berlian dan beberapa hanya beling.
(The Medici Dagger, halaman 256.)
Di hatiku ada cukup banyak
semangat.
(The Medici Dagger, halaman 287.)
Siksaan yang amat kejam, setelah
akhirnya menemukan seseorang sebagai tujuan hidup, tetapi tdak tahu pasti
apakah ia masih hidup.
(The Medici Dagger, halaman 317.)
Tak seorang pun hanya seperti
penampilannya.
(The Medici Dagger, halaman 377.)



Comments
Post a Comment