Ulasan Buku: Misi dari Langit


Hai, kembali lagi di ulasan Juni II ^^ sedikit bercerita, buku yang akan saya ulas kali ini merupakan buku yang saya beli di acara Liga Buku Bandung 2018 yang diadakan di Gor Saparua Bandung, pada tanggal 3 Mei lalu. Acara pameran buku tersebut berlangsung mulai tanggal 30 April-6 Mei 2018, dengan diskon buku mulai dari 40-80%. Saya selalu antusias jika ada acara pameran buku. Karena saya bisa mendapatkan buku dengan harga lebih murah. Bukankah hemat itu pangkal kaya? Hehehe. Harga normal buku yang akan saya ulas kali ini adalah Rp. 52.000 tapi di acara Liga Buku Bandung, bisa saya beli dengan harga Rp. 20.000 saja:
Judul                       : Misi dari Langit
Penulis                    : Nexhma Sheera
Penerbit & Kota      : Penerbit Salsabila, Jakarta
Cetakan & Tahun    : Cetakan pertama, 2013
Tebal halaman        : 364 halaman
Ukuran                      : 20,5cm x 13,5cm
ISBN                         : 978-602-98544-9-7
Rating dari saya     : 4,5/5

Tampak dari depan:

Tampak dari samping:

Tampak dari belakang:

Deskripsi dari belakang buku:
Di puncak kehidupannya, Auxentius Zeva mendapati kenyataan bahwa dirinya kini adalah buronan kekaisaran Romawi. Ia melarikan diri melewati padang pasir dan lembah-lembah sunyi. Ia kehilangan semua keluarganya. Dalam perjalanan itu ia bertemu dengan orang-orang yang menunjukinya kebenaran. Mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan selama ini. Siapakah Tuhan? Yang manakah Tuhan sebenarnya? Dzat apakah yang layak untuk diagungkan setiap manusia?
Di lembah terpencil, ia berlatih bersama sekelompok pejuang yang menamakan diri pejuang hanif. Bersama mereka, ia menyongsong takdirnya, mengemban misi besar dari langit, menyampaikan kebenaran kepada kekaisaran Romawi, para penyembah berhala.
Menyusuri kota-kota Romawi, Zeva berjuang untuk membebaskan keluarganya dari cengkraman kekaisaran dan kekejaman para Reogist yang bersekutu dengan jin.

“Novel ini menegaskan bahwa syiar Allah di bumi sudah jauh berlangsung sebelum Nabi Muhammad saw diutus.”
(Wendi Zarman, Dosen dan Peneliti)

“Sebuah perjalanan spiritual yang mengesankan!”
(Asep Sobari, Peneliti Sejarah Islam, INSISTS)

“Selamat bagi penulis yang telah merangkainya dan selamat bagi pembaca yang akan menemui bacaan bergizi”
(Herry Nurdi, Penuis dan Ketua Teacher Working Groups)

Misi dari Langit adalah buku bergenre novel sejarah yang ditulis oleh Nexhma Sheera, dan diterbitkan pertama kali pada tahun 2013 oleh Penerbit Salsabila. Nexhma Sheera adalah seorang penulis dan aktivis perempuan.
Misi dari Langit, bercerita tentang seorang pemuda yang baru saja menikmati hasil dari kerja kerasnya sebagai petani. Ia memutuskan untuk memanjakan keluarganya dengan membelikan hadiah untuk mereka. Pemuda itu bernama Auxentius Zeva. Sepulangnya Zeva membeli hadiah untuk keluarganya, ia tak mengira kehidupannya akan berubah 180 derajat. Ia menjadi buronan kekaisaran Romawi, setelah dirinya dengan tidak sengaja menyelamatkan seorang anak dari tangan kasar prajurit Romawi.
Bukan hanya Zeva yang akan sengsara, keluarganya pun pasti akan sengsara. Sebagai keluarga buronan kekaisaran, keluarga Zeva akan ditahan sebagai sandera sebelum Zeva ditemukan.
Seperjalanan pulang itu, Zeva dikejar oleh tentara Romawi, ia lari untuk menyelamatkan dirinya. Zeva tahu mungkin sekarang keluarganya pasti telah menjadi buronan. Tapi kalaupun Zeva pulang ke rumahnya sama saja dengan ia bunuh diri. Zeva memutuskan untuk menjauhi kota nya sampai suasana memungkinkan. Ia pun harus sesegera mungkin untuk menyelamatkan keluarganya. Meskipun sepertinya hal itu tidak mungkin, tapi Zeva tetap harus menyelamatkan keluarganya, sebagai rasa tanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan yang kemudian menyeret keluarganya.
Di perjalanan ketika Zeva menjauhi kotanya, Zeva bertemu dengan anak laki-laki yang telah ia selamatkan tadi. Anak tersebut mengajak Zeva melarikan diri ke tempatnya. Tapi Zeva dengan ketus menolaknya, dia merasa kesal dengan anak itu. Karena menurutnya gara-gara anak itulah dia berada di posisi seperti ini. Tapi karena Zeva tak tahu harus ke mana, akhirnya ia menuruti anak kecil itu.
Anak kecil itu membawa Zeva ke tempat yang belum pernah dijangkau oleh pasukan Romawi. Tempat itu bernama Lembah Hanif. Di Lembah Hanif itulah Zeva menemukan kebenaran dan jati dirinya. Zeva bertemu dengan para Pejuang Hanif, mereka mempunyai misi untuk menyampaikan kebenaran di bumi. Di Lembah Hanif, Zeva berlatih untuk menghadapi pasukan Romawi bersama pejuang Hanif lainnya.
Berhasilkan Zeva menyelamatkan keluarganya, dan berhasilkah para Pejuang Hanif menyampaikan misi nya? Baca bukunya saja ya. Hehehe.
Saya sangat suka buku ini, buku ini adalah buku terfavorit setelah Le Petit Prince. Tapi sayang, mungkin editor buku ini kurang teliti. Ada beberapa kata yang rumpang dan typo. Ada juga beberapa paragraf yang style font nya berbeda dengan style font standarnya.
Buku ini penuh dengan haru, saya beberapa kali menangis ketika membaca bagian yang mengharukan. Banyak pula pelajaran hidup yang mampu saya tangkap, meskipun buku ini fiksi.

Di bawah ini adalah kutipan favorit saya dalam buku ini:

Satu tindakan bodoh akan mengacaukan sebuah rencana yang paling sempurna.
(Misi dari Langit, halaman 62.)

Semua tindakan, sekecil apa pun akan dipertanggungjawabkan kelak. Kau perlu memikirkan setiap langkah yang akan kau ambil.
(Misi dari Langit, halaman 62.)

Betapa tak berkuasanya manusia, bahkan terhadap tekanan perasaanya sendiri.
(Misi dari Langit, halaman 65.)

Ada kalanya kehendak Allah tidak sesuai dengan harapan dan keinginan manusia. Tetapi, di balik setiap kejadian buruk selalu ada kebaikan yang menyertainya.
(Misi dari Langit, halaman 67.)

Semua yang tidak tampak oleh indramu tidak berarti harus kau ingkari keberadaanya. Indra manusia sangat terbatas dan terlalu lemah untuk mendeteksi segala sesuatu yang ada di alam ini. Buktinya, kau tak bisa melihat wujud dari udara yang kau hirup.
(Misi dari Langit, halaman 70.)

Pada dasarnya, semua manusia itu lemah. Hatinya memiliki sifat penghambaan dan jiwanya membutuhkan sandaran pada apa-apa yang bisa memberinya kekuatan. Hanya saja, manusia terlalu sombong untuk mengakuinya.
(Misi dari Langit, halaman 71.)

Masa depan ditentukan oleh apa yang kita kerjakan hari ini.
(Misi dari Langit, halaman 98.)

Orang pintar kadang suka menganggap enteng hal-hal kecil.
(Misi dari Langit, halaman 105.)

Perilaku seseorang tidak selalu mencerminkan isi hatinya.
(Misi dari Langit, halaman 144)

Perempuan diberkahi kepekaan dalam merasakan emosi orang lain.
(Misi dari Langit, halaman 153.)

Manusialah yang selalu mencari pembenaran dengan mengkambinghitamkan takdir atas kegagalan mereka, padahal mereka belum berupaya semaksimal mungkin.
(Misi dari Langit, halaman 156.)

Ingatlah, kematian akan menghampiri setiap jiwa yang hidup. Ia begitu dekat dengan kita dan tak seorang pun yang luput dari ancamannya.
(Misi dari Langit, halaman 193.)

Keberanian itu adalah keterampilan. Siapa yang terbiasa menghadapi ketakutannya maka keberanian perlahan-lahan akan muncul di dalam dirinya.
(Misi dari Langit, halaman 213.)

Untuk membuktikan kecintaanmu pada Allah, terkadang kau harus rela kehilangan sesuatu yang kau cintai.
(Misi dari Langit, halaman 237.)

Kadang manusia harus belajar menahan diri untuk tidak mempertanyakan segalanya. Tidak semua pertanyaan membutuhkan jawaban, Zeva. Banyak hal yang saat ini masih menjadi misteri tetapi di kemudian hari jawaban dari pertanyaan itu tiba-tiba muncul begitu saja.
(Misi dari Langit, halaman 237.)

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk Adik Laki-lakiku

Berdiskusi Diri

To My Self