Surat untuk Adik Laki-lakiku
Dik,
tepat hari ini, 14 Agustus 2018, usiamu genap 8 tahun. Tak terasa kamu telah naik ke bangku kelas 2 SD. Kakakmu sendiri yang mengambil rapot kenaikan
kelas sekolahmu. Kakakmu sendiri yang pertama kali mengantarmu duduk di bangku
Sekolah Dasar itu.
Dik,
kakak perempuanmu ini punya secangkir nasihat untukmu, sebelum kamu menginjak
usia baligh nanti. Mungkin di umurmu yang ke-8 tahun ini, kamu tidak akan
mengerti semua nasihat yang kakak tulis, tapi nasihat tertulis ini bisa kamu
baca dan kamu cerna lagi di kemudian hari, saat kamu sudah cukup dewasa untuk
mengerti semuanya. Silakan kamu baca dengan perasaan dan pikiran yang terbuka...
Dik,
jadilah anak yang sholeh. Do'akan selalu orang tua kita, agar selalu
mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat. Jadilah anak
yang membanggakan. Prioritaskanlah orang tua, dan berbaktilah kepada mereka.
Jangan pernah kamu kecewakan mereka. InsyaAllah hidupmu akan lancar dan berkah.
Ridho orang tua adalah Ridho-Nya.
Dik,
belajarlah yang tekun dan rajin. Ilmu adalah petunjuk untuk bekal hidupmu, baik
di dunia maupun akhirat. Tanpa ilmu, hidup ini kelam. Ilmu tidak akan
memberatkanmu, justru ia yang akan membuat hidupmu ringan dan terarah. Ilmu itu ada di mana saja, tak selalu terikat dengan
bangku sekolah. Jangan pernah kamu berhenti untuk mencarinya.
Dik,
jadilah pribadi yang visioner. Carilah asamu, siapkanlah cita-citamu. Terbanglah
setingginya. Gapailah apa yang ingin kamu gapai. Jangan mudah puas, terus raih
tujuanmu. Bertekadlah sekuatnya, dik. Do’a kakak selalu menyertai setiap
langkahmu.
Dik,
hati-hati dalam berteman dan bergaul. Lingkungan sangat mempengaruhi
kepribadian, juga pemikiran seseorang. Pilihlah teman yang benar. Teman yang
baik belum tentu benar, tapi teman yang benar sudah pasti baik. Kamu harus bisa
menyaring pergaulan dari lingkunganmu. Ambil hal-hal yang baik, dan buang
sejauhnya hal-hal yang buruk.
Dik,
jadilah laki-laki yang tangguh. Kuatkan hatimu, kuatkan tekadmu, kuatkan
fisikmu, kuatkan mentalmu. Jadilah pribadi yang bisa diandalkan. Jadilah
pribadi yang rendah hati. Jika kamu melihat orang yang sekiranya membutuhkan
bantuan, bantulah sebisamu. Pedulilah terhadap lingkungan sekitarmu. Jadilah
lentera bagi dirimu dan bagi lingkunganmu.
Dik,
jadilah laki-laki yang bertanggung jawab. Harga diri seorang laki-laki bisa
dilihat dari ketanggungjawabannya. Berpikirlah sebelum berucap dan bertindak.
Seorang laki-laki sejati tidak boleh menarik lagi apa yang telah dia ucapkan.
Maka jagalah ucapan dan janjimu. Jangan menjadi laki-laki yang selalu
menebarkan omongan kosong. Pikirkan pula dengan matang atas apa yang akan kamu
lakukan. Kamu harus bisa mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah kamu
lakukan.
Dik,
jadilah laki-laki yang bisa menghargai perempuan. Perlakukanlah perempuan
dengan lembut. Perempuan itu mempunyai hati yang sangat lembut dan sensitif.
Jaga hati dan perasaan mereka. Kamu lahir dari rahim perempuan, kamu pun tumbuh
dari kelembutan seorang perempuan (Ibu).
Dik,
kakak sudah lebih berpengalaman darimu. Itu sebabnya kakak menulis nasihat ini.
Kakak ingin kamu tumbuh secara terarah. Kakak tidak ingin kamu salah jalan.
Kakak terlahir sebagai sulung, seorang sulung terlahir dengan
takdir “mencoba” dan kemudian memberikan pengalamannya kepada adik-adiknya. Termasuk
tanggung jawab kakak untuk mengarahkanmu, juga mendidikmu.
Dik, sejauh ini kakak selalu berusaha untuk menjadi
seorang panutan bagimu. Kakak selalu mencoba untuk menjadi kakak yang pantas
kau tutur dan tiru. Kakak tidak pernah berhenti berproses, untuk menjadi
seorang panutan bagimu. Maaf jika dalam prosesnya, kakak masih punya banyak kekurangan.
Salam kasih dari
kakakmu,

Masyaallah. Indah menyentuh.. ijin copy sparo kata2nya mba
ReplyDelete