Ulasan Buku: 150 Kisah ‘Ali ibn Abi Thalib
Judul : 150 Kisah ‘Ali ibn Abi Thalib
Penulis :
Ahmad ‘Abdul ‘Al
Al-Thahthawi
Alih Bahasa : Rashid Satari
Penerbit & Kota :
Mizania, Bandung
Cetakan & Tahun :
Cetakan pertama, 2016
Tebal halaman :
144 halaman
Ukuran :
14,5 x 19 cm
ISBN :
978-602-418-012-6
Rating dari saya :
4,5/5
Tampak dari depan:
Tampak dari samping:
Tampak dari belakang:
Deskripsi dari
belakang buku:
Mendengar nama ‘Ali
ibn Abi Thalib mengingatkan kita akan kesederhanaan, keagungan akhlak,
kezuhudan kebijakan dalam menghadapi segala persoalan hidup, kegigihan membela
Islam, dan penguasaannya terhadap berbagai disiplin ilmu dan pengalamannya yang
memberi banyak manfaat bagi umat.
Kisah-kisah ‘Ali ibn
Abi Thalib selalu menarik untuk diteladani. Mulai dari kehidupannya sebelum dan
ketika menjadi khalifah, romantisme rumah tangganya bersama putri kesayangan
Rasulullah Saw., Fatimah. Hingga detik-detik menjelang akhir hayatnya, semua
dikisahkan dengan apik dan memiliki hikmah tersendiri. Terpapar pula
ungkapan-ungkapan penuh motivasi ‘Ali ibn Abi Thalib yang mengingatkan kita
tentang pentingnya akhirat dan bahaya dunia.
150 Kisah ‘Ali ibn
Abi Thalib merangkum semua sisi kehidupan sang Khalifah yang mungkin tidak
pernah terbayangkan sebelumnya. Imajinasikan kisah-kisah yang ada di dalamnya
hingga Anda merasakan kecintaan kepada tokoh agung ini akan semakin bertambah.
Selamat mengambil hikmah dari buku ini!
Salah satu orang yang pertama masuk
Islam, juga keponakan Nabi Muhammad, sekaligus menantunya, siapa lagi kalau
bukan ‘Ali ibn Abi Thalib.
Sosok mulia yang menjungjung tinggi nilai keagamaan, juga seorang ayah hebat di
balik pemuda pemimpin surga, Hasan dan Husein.
Buku ini berisi kisah-kisah pendek
seputar kehidupan ‘Ali ibn Abi Thalib, serta keluarganya dan kerabatnya. Kisah-kisah teladan pendek yang ada
pada buku ini dapat menampar pembaca mengenai keimanan. Dengan kisah-kisahnya
yang pendek, buku ini tidak membosankan. Pesan dalam kisah-kisahnya tersirat
dengan padat, walaupun ditulis secara singkat.
Buku berseri ini ditulis dengan
tinta berwarna. Seri pertamanya, 150 Kisah Abu Bakar Al-Shiddiq, berwarna
hijau. Seri keduanya, 150 Kisah ‘Umar ibn Al-Khathtab, berwarna merah. Seri
ketiganya, 150 Kisah Utsman ibn ‘Affan, berwarna jingga. Dan seri keempatnya yaitu
ini, 150 Kisah ‘Ali ibn Abi Thalib, berwarna biru. Ceritanya yang singkat dan padat, serta bukunya yang
berwarna, sama sekali tidak membosankan pembacanya. Namun kekurangan buku ini
adalah tidak adanya glosarium. Jadi saya agak kebingungan ketika membaca kata
berbahasa arab di dalamnya. Untuk mengerti kata berbahasa arab, pembaca harus
mencari tahu sendiri. Kecuali jika memang temen-temen pembaca udah jago Bahasa
arab nya, hehehe.
Saya baru mempunyai tiga seri. Seri
keduanya, 150 Kisah ‘Umar ibn Al-Khathtab, belum saya punyai. Saya membeli
ketiga seri buku Khalifah ini sepulang saya lapakkan. Saya mampir dulu ke salah
satu toserba terdekat, yang kebetulan waktu itu sedang ada bazar buku. Satu
seri buku dibandrol dengan harga Rp. 15.000 saja. Namun sayang, saya tidak bisa membeli seri yang kedua, karena seri tersebut habis. B̶a̶r̶a̶n̶g̶k̶a̶l̶i̶ ̶a̶j̶a̶ ̶t̶e̶m̶e̶n̶-̶t̶e̶m̶e̶n̶ ̶p̶u̶n̶y̶a̶ ̶n̶i̶a̶t̶a̶n̶ ̶n̶g̶a̶s̶i̶h̶ ̶s̶a̶y̶a̶ ̶s̶e̶r̶i̶ ̶k̶e̶d̶u̶a̶n̶y̶a̶. Wkwkwk becanda 😂
Ada kisah pendek dari salah satu
anak ‘Ali ibn Abi Thalib,
yaitu Hasan yang menjadi favorit saya dalam buku ini. Saya tertampar dengan
tingkat keimanan beliau, betapa tulusnya beliau dalam menjalani ibadah kepada
Allah:
Hasan menunaikan haji ke Baitullah
dalam kondisi apa pun. Dia berhaji berjalan kaki 25 kali dan mengatakan, “Aku
malu bertemu dengan Allah Swt., sementara aku belum pernah berjalan kaki menuju
rumah-Nya.”
(150 Kisah ‘Ali ibn Abi Thalib,
halaman 51.)
Ada juga kisah pendek dari ‘Ali
ibn Abi Thalib yang menjadi
favorit saya. Betapa rendahnya hati beliau ketika mendapat pujian dari orang lain:
Abu Al-Bukhturi berkata, “Seorang
lelaki datang kepada ‘Ali, lalu menyanjungnya secara berlebihan. Kemudian ‘Ali
berkata, “Aku tidak seperti yang engkau katakan. Aku berbeda dengan apa yang
ada dalam hatimu.”
(150 Kisah ‘Ali ibn Abi Thalib,
halaman 103.)
Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan di
ulasan kali ini. Terima kasih banyak untuk teman-teman yang telah membaca
ulasan ini. Semoga bermanfaat, dan sekiranya bermanfaat, sangat dipersilahkan
sekali untuk bantu share, hehehe ^^



Comments
Post a Comment