Ulasan Buku: Kafa dan Barus
Buku yang akan
saya ulas kali ini adalah buku yang telah menemani masa kecil saya. Buku ini
merupakan buku pemberian Bapak saya sepulang kerja. Kala itu, saya masih duduk
di kelas 6 SD. Saya memutuskan untuk membacanya kembali dan membuat ulasannya.
Judul :
Kafa dan Barus
Penulis :
Adi Cahyono
Penerbit & Kota :
Insan Madani, Yogyakarta
Cetakan & Tahun :
Cetakan pertama, 2007
Tebal halaman :
vi+90 halaman
Ukuran :
11,5 x 17 cm
ISBN :
978-979-1409-735
Rating dari saya :
4/5
Tampak dari depan:
Tampak dari belakang:
Tampak dari samping:
Deskripsi dari
belakang buku:
Bagaimana rasanya
ditinggal pergi orang yang dicintai? Hidup sendiri, tanpa didampingi oleh orang
tercinta, tentu sangat menyedihkan. Itulah yang dialami Kafa.
Kafa hidup sebatang
kara menjadi yatim piatu setelah ditinggalkan bunda tercintanya. Seorang
tetangga bernama Barus kemudian menawarkan bantuan untuk merawatnya. Sayangnya,
Barus tidak berniat tulus. Ia hanya mengincar tenaga dan harta anak yatim piatu
itu. Lalu, bagaimana cara Allah melepaskan Kafa dari cengkraman Barus?
Sebuah kisah
mengharukan dan penuh teladan.
Menceritakan
seorang anak yatim piatu bernama Kafa. Dia sebatang kara ditinggal oleh kedua
orang tuanya. Kafa adalah anak yang rajin dan baik. Ia selalu menerapkan sikap
sopan kepada orang di sekitarnya. Ia juga tak pernah meninggalkan sembahyang.
Orang tuanya mendidik Kafa dengan baik. Ada tetangganya bernama Barus, umurnya
sekitar 30 tahun. Barus pun dulunya seperti Kafa, ditinggal pergi kedua orang
tuanya. Barus memutuskan untuk mengajak Kafa hidup bersamanya.
Kafa memiliki
sepetak kecil kebun sayur peninggalan orang tuanya. Barus pun memiliki kebun,
berupa kebun jeruk. Tapi ukurannya 15 kali lebih besar dari luas kebun Kafa. Barus
mengajak Kafa tinggal di rumahnya, dan bekerja sama untuk mengurusi kebun.
Namun rupanya
Barus tak memiliki niat tulus, dia mempunyai niat untuk memeras Kafa. Namun
Tuhan tak diam begitu saja melihat anak baik seperti Kafa akan diperlakukan
tidak baik oleh Barus. Tuhan pun memberikan pertolongan manis pada kehidupan
Kafa. Pertolongan berupa apa? Baca sendiri ya, temen-temen. Hehehe.
Buku ini
sangatlah tipis, dan memang ditujukan untuk anak-anak. Bahasa dan alurnya
sangat ringan. Tokoh Kafa di buku ini memberikan contoh sikap yang baik untuk
para anak yang membacanya. Saya rekomendasikan buku ini kepada temen-temen yang
punya adik. Buku ini sangat pantas sekali dibaca oleh anak-anak.
Mungkin begitu
saja yang dapat saya sampaikan. Dikarenakan buku ini tipis, tidak ada lagi yang
dapat saya bahas. Sampai jumpa pada ulasan Oktober berikutnya ^^



Comments
Post a Comment