People and Fate

Temanku yang pintar dan selalu memperoleh juara 1 di kelas dulu, kini punya pekerjaan yang biasa saja. Biasa saja dalam artian siapapun masih bisa mencapainya. Kepintarannya yang dulu menonjol ternyata tidak begitu berpengaruh dengan hidupnya yang sekarang.

Temanku yang biasa saja prestasi akademiknya di sekolah dulu, kini punya karir yang bagus, menjadi salah satu staff berpengaruh dan punya bisnis kecil-kecilan. Ternyata skill sosialnya lah yang mengantarkan dia mendapatkan banyak kesempatan. Dalam prestasi akademik mungkin biasa saja, tapi kepandaian nya dalam bersosialisasi mengantarkan dia mendapat banyak relasi dan kesempatan.

Temanku yang pernah gagal dalam pernikahan, kini telah jauh lebih bahagia dengan pasangan baru nya. Dengan pasangan nya yang sekarang, dia lebih sejahtera, bisa meningkatkan pendidikan nya dan sekarang telah menjadi seorang yang berprofesi.

Kenalanku yang masa sekolahnya pintar, juga sekarang berkarir cemerlang. Dia berhasil dari awal sekolah hingga hidupnya yang sekarang berkat konsisten belajar dan kerja kerasnya.

Temanku yang semasa sekolah taat beragama, suka mengingatkan sesama, dan mengenakan jilbab yang selalu panjang, kini berpenampilan lebih gaul dengan pakaian nya yang berfashion.

Kenalanku yang hidup sederhana dan biasa saja, perlahan berhasil memperbaiki ekonominya lewat konsisten dan kerja kreatifnya menjadi seorang konten kreator. Dia mendapatkan banyak benefit dan kesempatan lewat konten-konten nya yang orisinil dan sederhana.

Kenalanku yang mempunyai keluarga utuh, harmonis dan fungsional, menikah dengan orang yang ternyata kurang berkomitmen serta manipulatif dan akhirnya cerai.

Temanku yang belum menikah sangat mendambakan sesegera mungkin untuk bisa menikah, sementara temanku yang lain, yang telah menikah, menyesal memutuskan menikah muda dan dia selalu berandai-andai seandainya waktu bisa diputar kembali.

Ada juga temanku yang selama ini terlihat baik-baik saja, padahal dia terjebak hutang dan susah lepas dari adiktif judi online.

Siapa yang tau kita di masa depan seperti apa? Dan siapa pula yang dapat menentukan nasib manusia? Terkadang hidup begitu lucu dengan kejutannya. Apakah kamu dulu juga menyangka, bahwa kamu akan bernasib seperti sekarang?

Semoga bagaimana pun nasib kita, kita masih mampu untuk menjalani dan mensyukurinya. Hidup masih berjalan dan masa depan bisa saja lebih ramah kepada kita, atau bisa juga lebih kejam? Who know. Accept yor fate and choose wisely.

Sumber gambar: Pinterest

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk Adik Laki-lakiku

Berdiskusi Diri

To My Self