Perjalanan Memaafkan
Di suatu malam, ada lagi tangis yang senyap. Maaf itu telah terucap, tapi ternyata ingatannya abadi. Kau hapus lagi derai air yang membasahi pipi. Mengumpulkan segenap damai agar bisa terlelap.
Perjalanan memaafkan. Tidak selalu berjalan lurus. Bukan selalu tertuju untuk orang yang ingin kita maafkan. Tapi jauh di lubuk hati, ditujukan untuk diri sendiri. Kita perlu damai untuk kembali melanjutkan hidup. Maka, rapalkanlah mantra-mantra damai itu. Kembalilah lanjutkan hidupmu.
Perjalanan memaafkan. Alih-alih memaafkan karena mengasihani orang yang memberimu luka, tujukanlah untuk mengasihani dirimu sendiri. Kau perlu tenang dan kembali berbahagialah.
Perjalanan memaafkan. Semoga di kehidupan yang lain, tak ada lagi kesedihan yang tak berkesudahan. Redalah segala tangismu. Ampuni takdirmu.

Comments
Post a Comment