Perjalanan Membaca


Cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu, mari jatuh cinta!

— Najwa Shihab —

 

Aku setuju sekali dengan mbak Nana, karena akupun mengalaminya. Aku akan sedikit bercerita bagaimana perjalanan membacaku.

Dulu aku sering menginap di rumah Nenek. Jika ada hari libur sekolah dan Mama mengajak main ke rumah Nenek, aku pasti mau ikut dan berakhir tak mau pulang. Seingatku, kelas 5 SD, aku mulai tertarik dengan membaca. Aku suka membaca buku paket pelajaran sekolah IPA dan IPS. Karena buku IPA dan IPS itu kebanyakan pengetahuan umum, jadi aku merasa familiar dengan apa yang kutemui dalam kehidupan sehari-hari. Rasanya menyenangkan karena aku jadi tahu banyak hal setelah membacanya.

Suatu waktu aku menginap di rumah nenek, dan mendapati buku paket pelajaran milik Pamanku. Pamanku hanya lebih tua dua tahun dariku, sehingga masih sama-sama anak sekolah. Aku membaca buku paket itu, buku IPS dan Agama. Lalu besoknya ketika aku hendak pulang dan dijemput Mama, aku berbisik dengan maksud pada Mamaku.

Aku berbisik pada Mama untuk membawa pulang buku paket milik Pamanku itu. Buku paket itu untuk pembelajaran kelas 5 SD, sedangkan Pamanku sudah naik kelas dan hendak masuk ke SMP. Lalu Mamaku memintakan buku itu pada Pamanku. Akhirnya aku membawa pulang dua buku paket itu.

Betapa senangnya aku kala itu. Sesampainya di rumah, aku lanjut membaca buku paket itu. Karena aku dan Pamanku beda sekolah, jadi buku paket yang dipakai pun beda. Itulah sebabnya aku ingin membawa buku paket milik pamanku, meskipun aku juga punya buku paket dari sekolahku. Karena beda buku, beda juga isi yang disampaikannya.

Ini cerita lain lagi. Kala itu aku telah naik ke kelas 6 SD. Ceritanya aku sedang menginap juga di rumah Nenek. Kalau aku menginap di rumah Nenek, aku pasti tidur bersama Bibiku. Kala itu Bibiku masih menginjak remaja dan belum menikah. Di kamar Bibiku dulu, seingatku ada beberapa buku. Buku-buku itu antara lain buku non fiksi dan buku pembelajaran. Tapi ada satu novel teenlit yang mencuri perhatianku. Judulnya masih kuingat sampai sekarang: Mak Comblang.

Sampul novel itu berlatarkan warna pink, dan bergambarkan seorang perempuan yang rambutnya diikat ekor kuda. Bahkan sampai sekarang aku masih ingat garis besar alur ceritanya. Sebegitu berkesannya novel itu sampai aku masih ingat detailnya.

Itulah novel yang pertama kali kubaca, dan itulah novel yang membuatku benar-benar jatuh cinta pada membaca. Novel itu yang pertama kali membangun imajinasiku dan menyadarkanku, bahwa membaca itu menyenangkan. Seperti ada film di dalam kepalaku!

Berawal dari membaca novel teenlit, kemudian perjalanan membacaku terus tumbuh ke genre fantasi, motivasi, self improvement, hingga akhirnya aku jatuh cinta pada genre historical fiction.

Aku menyukai sejarah bukan dari membaca buku pelajaran sejarah, tapi dari membaca novel hisfic. Ketika sejarah dipadukan dengan fiksi, itu jauh lebih mengasyikan dan membuatku ingat, dari pada buku pelajaran sejarah yang terasa bertele-tele.

Kalau kalian bagaimana? Apa buku yang membuat kalian jatuh cinta pada membaca?


Sumber gambar: Pinterest

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk Adik Laki-lakiku

Berdiskusi Diri

To My Self