Mengkerdilkan Ide

Kadangkala, aku berhadapan dengan layar untuk berpuluh-puluh menit, tapi tak ada hasilnya. Hanya kikuk, mata berkedip-kedip menatap layar.
Ide. Terkadang jika dibutuhkan ia tak datang, terkadang juga tiba-tiba datang saat kita tak sedang menghendakinya.

Ketika sedang bersantai, melihat lingkungan sekitar, atau sedang bergumam sendiri, seringkali ide datang tak dihendaki. Tapi seringkali aku mengkerdilkannya dan tak segera menuliskannya. Berlaga kuasa dengan dalih tak akan lupa. Akhirnya, ya lupa juga. Maka jika ide itu datang, hal yang pertama harus dilakukan adalah menuliskannya. Entah itu di memo handphone, atau di buku catatan.

Beberapa kali ia datang ketika aku sedang mencuci baju atau memasak. Sebagai ibu rumah tangga yang juga punya seorang toodler, aku merasa "kagok" untuk sekedar menyempatkan menuliskannya. Dan, ya, ketika malam hari aku membutuhkannya, lupa.

Ide itu ternyata sifatnya seperti hidayah: harus segera dijemput ketika datang. Entah itu sedang dibutuhkan untuk langsung dikerjakan, atau hendak dikumpulkan dan ditunda dulu, ya minimal memang harus dituliskan. Ternyata memang benar, ya. Menulis = menolak lupa.

Aku yakin bukan hanya aku yang sering kecolongan ide. Pasti diantara teman-teman juga ada yang pernah mengalaminya. Jadi mulai sekarang, berhenti mengkerdilkan ide, ya! (Terutama aku).


Sumber gambar: Pinterest 

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk Adik Laki-lakiku

Berdiskusi Diri

To My Self