Ke Mana Hidup kan Membawaku?

Ada suatu cita-cita yang terpendam. Tapi ini bukan hanya perkara cita-cita pencapaian biasa. Lebih dari itu, ini adalah cita-cita untuk ketenangan batin, kenyamanan hati, keleluasaan diri. Tapi karena satu dan lain hal, cita-cita ini terasa sangat jauh dan bahkan aku merasa tidak bisa mencapainya.

Sesekali aku berkeras diri, tapi tetap tidak membuahkan apapun. Semakin aku berkeras diri, hatiku pun tiada redanya membarakan keinginannya. Hatiku semakin keras, keras, keras, dan akhirnya... Membakar diriku sendiri.

Tiada guna berkeras pada hal yang bukan kuasaku, karena memang cita-cita ini tidak bisa dicapai hanya dengan jerih dan inginku saja. Maka sekarang, aku mencoba melepaskannya. 

Aku melepaskan cita-cita besarku, menguburnya dalam-dalam tiap kali aku merasa membutuhkannya. Kualihkan pikiranku tiap kali angan-angan itu tiba. Lepaslah, lepaslah.

Hidup telah membawaku sejauh dan setangguh ini. Lalu, kemana lagi hidup kan membawaku? Aku sudah tak sanggup melawan derasnya arus. Kini aku hanya mengalir saja, membiarkan arus menunjukan jalanku.

Entah akan tercapai atau tidak, hidup tetap berjalan. Setidaknya aku masih bisa memasang senyum kecut untuk mengubur semua angan-anganku. 

Ke mana hidup kan membawaku?

Bertabah diri saja.

Sumber gambar: Pinterest

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk Adik Laki-lakiku

Berdiskusi Diri

To My Self